Laman Blog

Thursday, April 30, 2015

Berbagi Bahagia Bersama TabloidNova.com

Bahagia Yang Bermakna
Tulisan ini di ikut sertakan dalam kontes SEO  "Berbagi Bahagia Bersama Tabloid Nova.com"


Aku merasa bahagia saat dekat dengan alam 

Bahagia itu sangat relatif, tergantung dari sudut pandang masing-masing orang yang merasakannya. Ada sebagian orang merasa bahagia saat bisa memiliki harta dan uang yang melimpah. Tapi ada juga orang yang masih merasa belum merasa bahagia walau sudah memiliki uang dan harta yang melimpah. Tapi sebaliknya, aku kadang menemukan orang yang sudah merasa bahagia walau hidupnya sangat sederhana, uang dan harta yang dimilikinya bisa dibilang sangat mepet dalam kehidupan sehari-harinya. Yah itulah manusia, masing-masing orang memandang sesuatu sangat relatif.




Memasak adalah hobi yang bisa membuatku merasa bahagia

Rasa bahagia itu menurutku juga dipengaruhi oleh umur seseorang. Contohnya pengalaman pribadiku sendiri. Semasa masih kuliah dulu akan merasa sangat bahagia saat ada yang mentraktir makan, apalagi aku saat itu adalah anak kost. Tahu sendiri kan anak kost uangnya cenderung mepet, maka saat ada yang mentratir bagai dapat durian runtuh saja .. hahaaa .. lebay ach. Tapi saat aku sudah menikah dan mempunyai anak, bahagia itu datangnya bukan lagi saat aku ditraktir makan. Aku kadang malah merasa sungkan jika ditraktir makan temanku ... tambah tua jadi punya malu nih .. heheee. Saat ini salah satu hal yang bisa membuatku bahagia adalah saat aku memasak resep baru yang ada di tabloid NOVA dan keluarga, tetangga serta sahabat-sahabtku dengan antusias mencicipinya. Apalagi kalau mereka memuji masakanku ... rasa bahagianya jadi berlipat deh .. hahaa. Dan tidak jarang tetangga dan sahabat-sahabatku minta resep masakan yang aku praltekkan itu. Bahagia rasanya bisa berbagi ilmu dengan tetangga dan sahabat. Walau pun hanya sedikit ilmu memasak yang aku bagikan pada sahabatku tapi mereka akan merasa sangat bahagia. Inilah salah satu cara sederhana yang aku lakukan untuk berbagi bahagia bersama sahabat.




Bisa berkumpul dengan keluarga kecilku itu
sebuah kebahagiaan 
Tapi ada juga lho sesuatu yang selalu membuatku bahagia sejak aku kecil hingga aku mempunyai anak, yaitu  berpetualang di alam terbuka. Entah kenapa kegiatan yang sebenarnya bikin capek ini menjadi  favoritku. Saat melakukan kegiatan ini aku merasa mendapatkan inspirasi kebahagiaan untuk menjalani hidup ini. Dulu aku saat masih kuliah menjalani petualangan di alam terbuka ini bersama dengan teman-teman Mapala di kampusku, namun saat sudah berkeluarga sekarang ini aku melakukannya bersama dengan suami dan anakku. Memang sih medan yang dilalui tidak sesulit seperti saat aku masih muda, yang penting aku bisa merasa bahagia bersama keluarga kecilku. Mengisi liburan dengan berpetualang di alam terbuka ini juga bisa memberikan pengalaman yang lain untuk anakku. Di saat teman-teman anakku liburan di tempat keramaian aku sengaja mengajak anakku untuk berlibur ke alam terbuka. Karena aku ingin anakku bisa lebih dekat dengan alam lingkungannya. Ternyata anakku sangat antusias sekali dengan acara liburan model seperti ini. Saat dekat dengan alam ini anakku yang sangat kritis sering terangsang untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan cerdas yang tidak pernah terpikirkan olehku. Dan aku pun tidak lupa menyisipkan tentang arti kebesaran Sang Pencipta saat menjelaskan kepada anakku. Ternyata liburan ala cowboy ini memberikan dampak baik bagi keluargaku . Selain kami bisa makin akrab, banyak pengetahuan dan pelajaran yang berharga yang kami dapatkan dari alam ini. Alhamdulillah walau liburan kami hemat biaya, tapi ada makna positifnya.



Saat aku bersama tetangga 


Selain menciptakan kebahagiaan bersama keluarga kecilku, aku pun selalu berusaha untuk menciptakan kebahagiaan-kebahagian kecil bersama orang-orang disekitarku, yaitu tetanggaku. Salah satu cara kami berbagi kebahagiaan adalah dengan cara berkumpul untuk mengadakan kegiatan positif yang di ikuti oleh ibu-ibu di kampungku. Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah senam bersama. Kegiatan ini dilakukan seminggu sekali dengan cara memanggil guru senam yang di bayar dengan cara patungan. Dengan cara ini kami para ibu-ibu yang biasanya suntuk pekerjaan rumah tangga bisa berekpresi, bisa tertawa lepas dan tentu saja bisa membuat kami jadi lebih bugar. Saat melakukan senam ini kami merasa sangat enjoy dan bahagia. Pikiran yang suntuk dengan beban pekerjaan rumah pun seakan bisa hilang begitu saja. Upsss ... bukan berarti kami ini mau lari dari tugas sebagai ibu rumah tangga lho, kami para ibu kan juga butuh refreshing. Daripada kami refreshing dengan jalan-jalan ke mall lebih baik kami refreshing dengan melakukan senam bersama kan. Selain lebih hemat, badan pun akan terasa lebih fresh dan bugar. Dengan modal badan dan pikiran yang fresh ini kami pun pasti akan menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga dengan lebih baik.




Bahagia lho jika kita bisa bersahabat juga dengan
lingkungan sekitar kita


Selain mengadakan kegiatan senam rutin, aku bersama ibu-ibu PKK di kampungku juga mengadakan kegiatan Bank Sampah, Memang tidak ada kewajiban semua anggota PKK mengikuti kegitan ini, tapi alhamdulillah cukup lumayan juga lho yang minat bergabung di Bank Sampah ini. Meski kadang terdengar olokan dari beberapa orang tentang kegiatan bank sampah ini, tapi kami tetap semangat melakukannya. Kegiatan yang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang ini ternyata bisa membuat para anggotanya merasa bahagia. Bahagia itu muncul karena kami bisa berpartisipasi menjaga lingkungan sekitar. Lebih bahagia lagi saat kami menuai hasil dari bank sampah ini, yah walau pun uangnya tidak seberapa.  Tapi setidaknya kami bisa merubah sampah yang biasanya menjadi musuh manusia ini menjadi recehan rupiah. Tahun lalu kami bisa membeli kain batik untuk seragam PKK dari hasil bank sampah ini. Bangganya kami para anggota bank sampah memakai baju dari hasil penjualan sampah-sampah ini. Dampak positif yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa kegiatan bank sampah ini ternyata juga berpengaruh pada pola perilaku anak-anak di lingkunganku. Contohnya anak-anak yang orang tuanya anggota bank sampah tidak akan membuang sampah asal-asalan lagi, karena hampir tiap hari orang tua mereka mengajari anak-anakini untuk memilah sampah dan membuang pada tempatnya. Mereka lama-lama menyadari bahwa sampah itu ada manfaatnya dan bisa menjadi uang. Bahagia rasanya melihat anak-anak kita mencintai lingkungan sekitarnya. Semoga hal ini bisa bertahan hingga mereka dewasa dan mengajarkan kepeduliaan pada linkungan pada anak-anaknya kelak.

Aku pun kini menyadari bahwa bahagia itu bisa berasal dari manapun, tidak harus dari hal-hal yang serba mewah. Semakin bertambahnya usiaku aku merasakan bahwa bahagia itu tidak asal hati kita merasa senang. Kebahagiaan yang di dasari oleh ukuran materi itu hanyalah kebahagiaan sementara. Bahagia yang sesungguhnya itu adalah saat kita bisa merasa senang bersama orang-orang disekitar kita dan bisa membawa masa depan yang lebih baik, dengan kata lain kebahagiaan yang sebenarnya itu adalah kebahagiaan yang di dalamnya tersirat makna positif. Meski memperoleh kebahagiaan ini kita perlu perjuangan dan pengorbanan baik materi maupun non materi, tapi kita tidak akan putus asa saat berusaha meraihnya. Itulah bahagia menurut versiku, gimana menurut kalian ???








No comments:

Post a Comment