Laman Blog

Sunday, September 25, 2016

Daun Sirsak dan Vertigo Yang Aku Alami

Sore itu aku habis bermain bersama keponakanku Kenzie, cape juga sih habis meladeni anak kecil cowoyang lagi akti-aktinya. Lega rasanya saat Kenzie udah mau di ajak balik kerumah. Aku jadi bisa mengistirahatkan kakiku yang udah terasa cenut-cenut, maklum kakiku ini emang udah ngga normal lagi karena sudah 2 kali mengalami masalah yang cukup serius (efek terkena HNP dan Retak saat kecelakaan (retak di tulang dekat lutut)).Setiap hari kakiku udah terbiasa dengan rasa cekot-cekot, cenut-cenut, sengkrang-sengkrang ... aaahhh pokoknya rasa-rasa yang tidak nyaman gitulah. Tapi seiring sejalanya waktu aku berusaha menerima keadaan yang rasakan ini, aku masih bersyukur masih bisa beraktivitas dengan kakiku secara normal. Aihhh balik lagi ke cerita awal ya.... hahaa ntar kepanjangan kalo cerita tentang kakiku ini. Setelah aku dan Kenzie smpai di rumah aku pun tiduran di lantai untuk sekedar menyelonjorkan kakiku yang udah terasa pegal-pegal, dan tiba-tiba aku ingin mengangkat kakiku untuk di sandarkan ke tembok.... waktu itu aku membayangkan rasa pegalnya pasti akan lebih cepat hilang. Ternyata aku sempat tertidur beberapa puluh menit dengan posisi kaki bersandar ke atas tersebut. Saat aku terbangu,aku teringat bahwa aku belum sholat dzuhur, tanpa babi bu aku bangun dari tidurku, dan tiba - tiba rumahku serasa berputar-putar. Saat itu aku hanya bisa ngomong Astagfirllahal'adzim ..."kiamatkah ini ???" batinku saat itu. Aku lalu mencari pegangan dan berjalan ke kasur. Perut pun rasanya mual sekali,karena eek rasa muteryang tiada henti dikepalaku ini. Dan aku pun lalu menyadari bahwa vertigo yang dulunya hanya aku dengar dari cerita orang-orang akhirnya nempel di kepalaku.

Kebetulan ibunya Kenzie (adikku) adalah seorang dokter. Aku pun menceritakan keadaan kepalaku ini padanya. Oleh adikku aku diberi obat vertigo (entah apa namanya, aku sudah lupa). Saat sekali minum, efek obat itu langsung terasa. Tapi di hari ke dua, aku sudah tidak merasakan eek obat tersebut. Aku lalu berpikir mencari penghalau vertigo lainnya.Tiba-tiba pikiranku tertuju pada pohon sirsak yang ada dihalaman rumahku. Banyak berita kalau daun sirsak ini banyak sekali manfaatnya. Tanpa menunggu lama, dengan kepala yang masih puyeng tujuh keliling aku mengambil daun sirsak yang ada di dahan  dan aku rebus daun-daun sirsak itu. Aku tidak tahu berapa lembar daun yang aku rebus dan berapa banyak airnya. Yang penting aku rebus gitu aja, begitu mendidih lalu aku kecilkan apinya dan saya maasak selama 15 menit. Setelah api dimatikan saya tunggu air rebusan itu suam-suam kuku, setelah itu baru deh aku minum. Memang sih pertama minum air rebusan daun sirsak itu efeknya tidak langsung terasa. Tapi setelah beberapa kali minum tubuhku (bagian atas leher bagian belakang) terasa cenut-cenut, itulah reaksi positf pertama yang aku rasakan. Rasa cenut-cenut itu menurutku adalah sinyal bahwa tubuhku merespon air rebusan daun sirsak yang aku minum. Kalo ada yang tanya apa sih yang terkandung pada daun sirsak, kok sampai mampu melawan vertigo ???? Terus terang ya ... aku tidak tahu jawabannya, maaf ya aku tidak bisa menjelaskannya, bukan pelit informasi lho. Emang karena aku tidak tahu :D. Hari demi hari, kepalaku pun sudah tidak muter-muter parah lagi. Sebulan kemudian vertigo pun menghilang dan aku sudah bisa beraktivitas sevara normal lagi. Alhamdulillah :)

No comments:

Post a Comment